{"id":101094,"date":"2026-06-19T10:29:35","date_gmt":"2026-06-19T10:29:35","guid":{"rendered":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/?p=101094"},"modified":"2026-06-19T10:29:35","modified_gmt":"2026-06-19T10:29:35","slug":"%e2%98%81%ef%b8%8fsekali-melaju-ratusan-ton-terangkat-ke-langit-%f0%9f%9b%ab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/?p=101094","title":{"rendered":"\u2601\ufe0fSekali Melaju, Ratusan Ton Terangkat ke Langit \ud83d\udeeb"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernahkah kamu berpikir bagaimana pesawat yang memiliki ukuran dan berat sangat besar bisa terbang di udara dan melayang begitu saja? Hal itu terjadi karena adanya gaya-gaya fisika yang bekerja pada pesawat, terutama pada bagian sayap, sehingga mampu menghasilkan gaya angkat yang melawan gaya gravitasi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/bohring.substack.com\/p\/the-physics-of-aviation\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"343\" src=\"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/peswat-2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-101096\" srcset=\"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/peswat-2.jpg 600w, https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/peswat-2-300x172.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesawat dapat terbang karena adanya gaya aerodinamika yang bekerja pada tubuh pesawat, terutama pada bagian sayap. Konsep fisika yang menjelaskan fenomena ini adalah Hukum Bernoulli, yaitu prinsip yang menyatakan bahwa pada aliran fluida, semakin besar kecepatan aliran maka tekanan yang dihasilkan akan semakin kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayap pesawat memiliki bentuk khusus yang disebut airfoil yang dirancang untuk mengatur aliran udara. Ketika pesawat bergerak maju, udara mengalir melewati bagian atas dan bawah sayap. Hukum Bernoulli menyatakan bahwa, aliran udara pada bagian atas sayap bergerak dengan kecepatan lebih tinggi sehingga memiliki tekanan lebih rendah dibandingkan bagian bawah sayap. Perbedaan tekanan antara bagian atas dan bawah sayap tersebut menghasilkan gaya angkat (lift) yang mendorong pesawat ke arah atas sehingga mampu melawan gaya gravitasi dan membuat pesawat tetap berada di udara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pesawat terbang juga berkaitan dengan Hukum Newton III tentang aksi dan reaksi. Saat sayap pesawat mengarahkan aliran udara ke bawah, udara memberikan gaya reaksi ke arah atas yang membantu meningkatkan gaya angkat. Kombinasi antara perbedaan tekanan udara, perubahan arah aliran udara, kecepatan pesawat, dan sudut serang <em>(angle of attack)<\/em> membuat pesawat mampu melakukan lepas landas hingga mempertahankan penerbangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesawat ketika akan lepas landas, mesin menghasilkan gaya dorong (thrust) yang membuat pesawat bergerak dengan kecepatan tinggi di landasan. Semakin besar kecepatan pesawat, semakin besar pula aliran udara yang melewati sayap sehingga gaya angkat meningkat. Ketika gaya angkat lebih besar daripada berat pesawat, pesawat dapat terangkat dari permukaan tanah. Sistem kendali seperti flap, aileron, dan elevator kemudian membantu mengatur arah serta kestabilan pesawat selama penerbangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan teknologi penerbangan modern terus memanfaatkan prinsip mekanika fluida dan Hukum Bernoulli dalam desain pesawat. Melalui simulasi aliran udara <em>(Computational Fluid Dynamics\/CFD)<\/em>, para ilmuwan dan insinyur dapat mengembangkan bentuk sayap yang lebih efisien untuk meningkatkan gaya angkat serta mengurangi hambatan udara. Hal ini membuat pesawat modern dapat terbang lebih aman, hemat energi, dan memiliki performa yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesawat dapat terbang karena adanya interaksi antara sayap dan udara yang menghasilkan gaya angkat. Berdasarkan Hukum Bernoulli, perbedaan kecepatan aliran udara pada sayap menyebabkan perbedaan tekanan yang menghasilkan gaya ke atas. Dengan memanfaatkan prinsip fisika tersebut, pesawat yang memiliki massa sangat besar tetap mampu melayang dan bergerak stabil di udara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator alignwide has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PENGURUS HIMAFI VECTORIS 2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu berpikir bagaimana pesawat yang memiliki ukuran dan berat sangat besar bisa terbang di udara dan melayang begitu saja? Hal itu terjadi karena adanya gaya-gaya fisika yang bekerja pada pesawat, terutama<a class=\"moretag\" href=\"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/?p=101094\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-101094","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-fisika-2026"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=101094"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101097,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101094\/revisions\/101097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=101094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=101094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=101094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}