{"id":101171,"date":"2026-09-20T12:22:46","date_gmt":"2026-09-20T12:22:46","guid":{"rendered":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/?p=101171"},"modified":"2026-10-01T12:23:17","modified_gmt":"2026-10-01T12:23:17","slug":"listrik-statis-penggaris-digosokkan-pada-rambut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/?p=101171","title":{"rendered":"LISTRIK STATIS: PENGGARIS DIGOSOKKAN PADA RAMBUT"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernahkah mencoba menggosokkan penggaris plastik pada rambut, kemudian mendekatkannya pada potongan kertas kecil? Setelah beberapa kali digosokkan, penggaris dapat menarik potongan kertas tersebut. Fenomena sederhana ini sebenarnya merupakan salah satu contoh listrik statis yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa sederhana tersebut menunjukkan adanya interaksi listrik yang terjadi akibat perpindahan muatan pada benda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Listrik statis merupakan keadaan ketika muatan listrik terkumpul pada suatu benda dan tidak mengalir secara terus-menerus seperti pada arus listrik. Listrik statis bisa dihasilkan melalui gesekan antara dua jenis bahan yang berbeda. Percobaan menggunakan penggaris plastik dan rambut, gesekan menyebabkan terjadinya kontak yang berulang antara permukaan penggaris dan rambut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan elektron berpindah dari salah satu benda ke benda lainnya akibatnya, kedua benda mengalami perbedaan keadaan muatan setelah proses penggosokan berlangsung. Penggaris plastik digosokkan secara berulang pada rambut, penggaris dapat memperoleh tambahan elektron sehingga cenderung bermuatan negatif. Rambut yang kehilangan sebagian elektronnya cenderung bermuatan positif. Perbedaan muatan tersebut menyebabkan penggaris memiliki kemampuan untuk memberikan pengaruh listrik terhadap benda lain yang berada di dekatnya. Gejala inilah yang kemudian dapat diamati ketika penggaris didekatkan pada potongan kertas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Potongan kertas awalnya tidak memiliki muatan bersih tetap dapat tertarik oleh penggaris yang telah bermuatan. Muatan dalam kertas mengalami perubahan distribusi ketika berada di dekat benda bermuatan, muatan yang berlawanan dengan muatan penggaris cenderung berada lebih dekat ke permukaan kertas yang menghadap penggaris, sedangkan muatan sejenis terdorong ke bagian yang lebih jauh, peristiwa ini disebut polarisasi. Distribusi muatan tersebut, muncul gaya tarik yang menyebabkan potongan kertas bergerak mendekati penggaris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan penggaris untuk menarik kertas juga dipengaruhi oleh kondisi percobaan. Jenis bahan penggaris, jenis rambut, kondisi kelembapan, lama penggosokan, serta jarak antara penggaris dan kertas dapat memengaruhi hasil yang diamati. Rambut yang kering biasanya lebih mudah digunakan untuk menunjukkan gejala listrik statis dibandingkan rambut yang lembap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Percobaan ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menghubungkan konsep fisika dengan kehidupan sehari-hari. Penggaris yang sebelumnya tidak menunjukkan kemampuan menarik kertas menjadi mampu menariknya setelah digosokkan pada rambut, dapat diamati bahwa suatu proses fisik telah mengubah keadaan listrik pada benda tersebut. Fenomena penggaris yang digosokkan pada rambut tidak hanya menjadi percobaan sederhana, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana listrik statis terbentuk dan bagaimana muatan listrik dapat memengaruhi benda di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/cahyokrisma.wordpress.com\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/penggaris-menarik-kertas.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"615\" src=\"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-01-at-19.16.50-edited-1024x615.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-101173\" style=\"aspect-ratio:2.3432426252000913;width:640px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-01-at-19.16.50-edited-1024x615.jpeg 1024w, https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-01-at-19.16.50-edited-300x180.jpeg 300w, https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-01-at-19.16.50-edited-768x461.jpeg 768w, https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-01-at-19.16.50-edited.jpeg 1138w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah mencoba menggosokkan penggaris plastik pada rambut, kemudian mendekatkannya pada potongan kertas kecil? Setelah beberapa kali digosokkan, penggaris dapat menarik potongan kertas tersebut. Fenomena sederhana ini sebenarnya merupakan salah satu contoh listrik<a class=\"moretag\" href=\"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/?p=101171\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-101171","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=101171"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101174,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/101171\/revisions\/101174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=101171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=101171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himafi.mipa.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=101171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}